"Akulturasi Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja pada Instagram"

MAKALAH BAHASA INDONESIA
Akulturasi Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja pada Instagram
Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dibimbing
oleh Ibu Elfi Mariyatul M

 





  




Disusun Oleh :
KELOMPOK 3
ADAM CHESAR GUNAWAN                    (01)
CENDIA YESFINTA ISABELA                 (07)
CLIFFSEA FAHMI AMRILLAH                (18)
INAYATUS SOFIA                                      (16)
ISTAMALA IDHA RETNONINGSIH        (18)
     
XI  MIPA 1


PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 3 LUMAJANG
Jalan Jend. Panjaitan No.79 Telp./Fax (0334) 881057 Lumajang 67312
Email:admin@sman3lumajang.sch.id Website:http://sman3lumajang.sch.id

2017






KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi limpahan rahmat dan hidayat-Nya sehingga makalah yang berjudul “Akulturasi Bahasa di Kalangan Remaja pada Instagram” dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung, secara materil maupun moril serta bimbingan dan saran keilmuan yang tak ternilai harganya. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1)      Kepada Allah SWT yang telah memberi saya kemudahan dalam menyelesaikan prokarimah ini.
2)      Kepada Kepala Sekolah yang telah memfasilitasi pembuatan makalah ini.
3)      Kepada Bu Elfi Mariyatul M yang telah membimbing kami tanpa lelah sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
4)      Kepada orang tua yang telah mendukung dan mendoakan.
5)      Kepada teman-teman yang memberi dukungan dan selalu mengingatkan penulis tentang makalah.
Semoga bantuan dari Ibu Guru , teman-teman dan orang tua mendapatkan pahala dari Allah SWT dan mendapatkan perlindungan dan hidayah-Nya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Lumajang, 17 Mei 2017

Penulis





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR  ........................................................................................................  i
DAFTAR ISI .........................................................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN    
1.1  Latar Belakang ......................................................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah ..................................................................................................  1
1.3  Tujuan Penelitian ...................................................................................................  2

BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1  Bahasa Indonesia .................................................................................................. 3
2.2  Akulturasi Bahasa ................................................................................................. 4
2.3  Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja ............................................ 4

BAB III ANALISIS DATA
3.1  Data ke-1 ............................................................................................................... 6
3.2  Data ke-2 ............................................................................................................... 6
3.3  Data ke-3 ............................................................................................................... 7
3.4  Data ke-4 ............................................................................................................... 7
3.5  Data ke-5 ............................................................................................................... 8
3.6  Data ke-6 ............................................................................................................... 8
3.7  Data ke-7 ............................................................................................................... 9
3.8  Data ke-8 ............................................................................................................... 9
3.9  Data ke-9 .............................................................................................................. 10
3.10 Data ke-10 .......................................................................................................... 10
BAB IV PENUTUP
4.1  Kesimpulan .......................................................................................................... 12
4.2  Saran  ................................................................................................................... 12

DAFTAR RUJUKAN ......................................................................................................... 13






BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bahasa berperan penting sebagai identitas suatu negara atau bangsa. Sama seperti negara Indonesia yang memiliki bermacam – macam bahasa tetapi bahasa yang dapat menyatukan masyarakat Indonesia dan diakui menjadi bahasa nasional adalah bahasa indonesia.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi nasional dan bahasa persatuan bangsa indonesia. Dalam berbahasa Indonesia, tentunya tidak lepas dari kaidah dan aturan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Kriteria yang diperlukan dalam kaidah kebahasaan tersebut antara lain tata bunyi, tata bahasa, kosakata, ejaan, makna dan kelogisan.  
Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu pada ragam bahasa yang memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah baku, baik tertulis maupun lisan. Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar harus mengacu pada kaidah tata bahasa yang disempurnakan.
Tetapi saat ini, para remaja mulai menggunakan bahasa – bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Mereka lebih cenderung menggunakan bahasa gaul, tidak baku serta adanya akulturasi. Akulturasi bahasa adalah percampuran dua bahasa atau lebih yang saling bertemu dan saling mempengaruhi dengan bahasa lainnya. Misalnya penyampuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing, bahasa gaul, bahasa alay,  bahasa Jawa, dan bahasa lainnya.
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan sebuah pengamatan tentang Akulturasi Bahasa di Kalangan Remaja pada Instagram.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja di tengah maraknya akulturasi bahasa ?
2.      Bagaimana pengaruh akulturasi bahasa terhadap penggunaan bahasa Indonesia ?



1.3  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, dapat diperoleh tujuan sebagai berikut :
1.      Mengetahui penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja di tengah maraknya akulturasi bahasa.
2.      Mengetahui pengaruh akulturasi bahasa terhadap penggunaan bahasa Indonesia.







BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia diresmikan setelah Proklamasi Kemerdekaan bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.
Dari segi linguistik, bahasa Indonesia adalah varian dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan sebuah bahasa Austronesia dari cabang Sunda-Sulawesi yang digunakan sebagai lingua franca atau bahasa perhubungan di Nusantara sejak abad awal penanggalan modern.
Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara, serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya karena bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia, oleh karena itu para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia.
Dalam perkembangannya bahasa Indonesia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” dialami sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang bertujuan untuk menghindari kesan “imperialisme bahasa” apabila nama “bahasa Melayu” tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya atau bagian Sumatera. Hingga saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata – kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah, bahasa asing, maupun kata – kata yang tercipta dari lingkungan sekitar.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan warga Indonesia. Sebagian besar menggunakan salah satu dari 748 bahasa daerah yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari – hari (kolokial) atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian , bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan – perguruan, media massa, sastra, perangkat lunak, surat – menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya.
2.2 Akulturasi Bahasa
Akulturasi bahasa adalah suatu pencampuran dua bahasa atau lebih yang masih mempertahankan cirinya masing-masing. Dalam akulturasi sosial, kita dapat melihat pencampuran budaya Jawa dan Sunda misalnya, namun kedua suku tersebut masih dapat terlihat jelas. Dalam bidang bahasa, akulturasi juga sering terjadi dan contoh yang paling mudah adalah dalam kata-kata yang digunakan setiap hari. Dalam beberapa kata bahasa Indonesia, kita pasti mengenal kata serapan. Kata serapan merupakan kata-kata bahasa asing yang diterapkan di dalam bahasa Indonesia, seperti realisme, komputer, ponsel, dan sistem.
Akulturasi bahasa juga diwujudkan dengan pencampuran aksen dua bahasa yang berbeda ke dalam satu model percakapan. Berbahasa Inggris dengan aksen Amerika dan Australia adalah contoh akulturasi bahasa.
2.3 Penggunaan Bahasa Indonesia di Kalangan Remaja
Akhir-akhir ini, Bahasa Indonesia banyak mengalami penambahan begitu banyak kosakata. Apakah datang dari bahasa daerah, dari bahasa gaul anak baru gede (ABG) seperti bahasa alay, atau bahkan yang datang dari luar Indonesia.  Banyak yang merasa prihatin dan menganggap kosakata baru tesebut merusak bahasa bakunya. Hal tersebut tentu saja sulit dielakkan mengingat teknologi informasi yang sudah sangat terbuka sekarang ini dan tentu saja aliran informasi yang “bersliweran” tersebut akan saling mempengaruhi.
Terlepas merusak bahasa baku atau tidak, istilah dan kosakata baru (gaul) semakin memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Para pengguna Bahasa Indonesia harus mampu membedakan antara yang baku dan yang berkembang. Kita semua tahu bahwa bahasa Indonesia telah memiliki format yang baik dan benar. Namun tak bisa “dipungkiri”, akibat perubahan jaman yang begitu cepat melesat, munculah istilah-istilah baru.
Akulturasi Bahasa Indonesia sering mengarah pada moral Remaja Indonesia. Selain bahasa yang digunakan salah , juga dapat membuat sopan santun semakin menurun karena tidak adanya perbedaan antara berbicara dengan orang yang lebih tua.





 BAB III
ANALISIS DATA
Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, dapat diperoleh data sebagai berikut :


3.1 Data ke-1
 Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “leh” seharusnya ditulis “boleh”, tidak perlu mengurangi sebagian huruf yang sudah ada seperti boleh yang hanya ditulis menjadi “leh”. Arti boleh dalam KBBI adalah diizinkan atau tidak dilarang.
2.      Kata “uga” seharusnya ditulis “juga”, tidak perlu mengurangi sebagian huruf yang sudah ada seperti “juga” yang hanya ditulis menjadi “uga”. Arti “juga” dalam KBBI adalah sama atau serupa halnya dengan yang lain atau yang tersebut dahulu
  

3.2 Data ke-2
Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “direpost” seharusnya diganti dengan kalimat “diunggah kembali”, karena kata “repost” berasal dari bahasa Inggris. Jika kata tersebut digunakan, maka menyebabkan adanya akulturasi bahasa.
2.      Kata “guyz” merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu “guys”,  Kata “guys” dalam bahasa Indonesia berarti “teman”. Jadi seharusnya penulisan “guyz” adalah “teman”.  
3.       Kata “gw” seharusnya ditulis “aku atau saya” karena dalam KBBI tidak ada kata “gue”. Kata “gue” merupakan dialek Jakarta.

3.3 Data ke-3
 Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “ciwi ciwi” seharusnya ditulis “perempuan – perempuan”
2.      Kata “syantikkuu” seharusnya ditulis “cantikku” dan tidak perlu ada penambahan huruf seperti u yang ditulis sebanyak dua kali.
3.      Kata “makasihh” seharusnya ditulis “terima kasih”
4.      Kata “cintaaaa” seharusnya ditulis “cinta”, tidak perlu ada penambahan huruf seperti a yang ditulis sebanyak empat kali. 

3.4 Data ke-4
Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “emang” seharusnya ditulis “memang” karena dalam KBBI tidak ada kata “emang”, kata “emang” merupakan bahasa gaul yang banyak digunakan oleh remaja.
2.      Kata “gtu” seharusnya ditulis “gitu”, tidak perlu ada pengurangan huruf atau penyingkatan kata.
3.      Kata “kalo” seharusnya ditulis “kalau” karena dalam KBBI tidak ada kata “kalo”, kata “kalo” merupakan bahasa gaul yang banyak digunakan oleh remaja.
4.      Kata “uda” seharusnya ditulis “sudah” karena dalam KBBI tidak ada kata “uda”, kata “uda” merupakan penyingkatan dari kata “sudah”.

3.5 Data ke-5
 Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “berbezaa” seharusnya ditulis “berbeda” karena dalam KBBI tidak ada kata “berbezaa”, kata “berbezaa” merupakan bahasa alay yang sering digunakan oleh sebagian remaja.
  
3.6 Data ke-6
Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “Lu” seharusnya ditulis “kamu” karena dalam KBBI tidak ada kata “lu”, kata “lu” merupakan dialek Jakarta.
2.      Kata “ndak” seharusnya ditulis “tidak” karena dalam KBBI tidak ada kata “ndak”. Kata itu merupakan bahasa Jawa.
Kata “Go” seharusnya diganti dengan bahasa Indonesia “ayo”. Karena “go” merupakan bahasa Inggris yang apabila digunakan akan menyebabkan adanya akulturasi bahasa.
  
3.7 Data ke-7
 Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “cakit” seharusnya ditulis “sakit” karena dalam KBBI tidak ada kata “cakit” dan huruf s tidak perlu diganti dengan huruf c. Kata “cakit” merupakan bahasa alay yang digunakan oleh sebagian remaja.

 3.8 Data ke-8
 Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “belom” seharusnya diganti “belum”, huruf u tidak perlu diganti dengan huruf o. Karena dalam KBBI tidak ada kata “belom”.
2.      Kata “emang” seharusnya ditulis “memang” karena dalam KBBI tidak ada kata “emang”, kata “emang” merupakan bahasa gaul yang banyak digunakan oleh remaja.
3.      Kata “mas lang” seharusnya ditulis “Mas Lang” (diawali dengan huruf kapital) karena kalimat tersebut merupakan nama orang.

 3.9 Data ke-9

 Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “jatoh” seharusnya diganti “jatuh”, huruf u tidak perlu diganti dengan huruf o. Karena kata “jatoh” tidak ada dalam KBBI.


3.10 Data ke-10
Dari data di atas dapat diketahui adanya akulturasi bahasa yang digunakan, yaitu :
1.      Kata “jan” seharusnya ditulis “jangan”, tidak perlu mengurangi huruf atau melakukan penyingkatan kata. Karena kata “jan” tidak ada dalam KBBI, kata tersebut merupakan bahasa alay yang banyak digunakan oleh sebagian remaja.



Berdasarkan data-data yang telah kami analisis, penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja banyak mengalami akulturasi. Akulturasi bahasa di kalangan remaja saat ini memberikan pengaruh negatif dan positif bagi perkembangan dan kelestarian Bahasa Indonesia yang dapat mengancam budaya bangsa.
Dampak negatif yang timbul dari adanya akulturasi bahasa sangat mencolok saat ini , antara lain :
1.      Seringnya kaum remaja menggunakan akulturasi bahasa , maka secara perlahan-lahan mereka akan meninggalkan bahasa Indonesia yang merupakan jiwa masyarakat Indonesia, bagian dari budaya, dan pemersatu bangsa Indonesia.
  1. Akulturasi bahasa yang telah merasuk pada pola pikir penggunaannya menawarkan daya tarik luar biasa dibandingkan bahasa Indonesia dan daya tarik inilah yang lantas menjadi tren baru dengan label gaul yang secara otomatis menggeser bahasa Indonesia sebagai bahasa satu seperti yang tertuang dalam sumpah pemuda. Bahasa satu disini tentunya bukan satu-satunya bahasa yang digunakan di Indonesia hanya saja bahasa satu ini adalah bahasa nasional.
  2. Jika terlalu lelapnya kaum muda menggunakan akulturasi bahasa ini dalam media ponsel dan jejaring sosial secara psikologi akan terbawa kebiasaan itu di kehidupan diluar dua hal tadi, sehingga akan mempengaruhi generasi muda yang lain yang belum mengerti tentang bahasa itu kecuali dari struktur seperti itu (mengikuti).
  3. Pengaruh paling besar adalah pelajaran Bahasa Indonesia disekolah dianggap pelajaran yang sangat mudah  dan paling mudah sehingga pembahasan mengenai materi bagaimana struktur morfem dan kalimat serta materi menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa terkesan.

 Dampak positif dari adanya akulturasi bahasa , antara lain :
1.      Akulturasi bahasa umumnya digunakan sebagai alat komunikasi via ponsel atau jejaring sosial dan tidak digunakan dalam kegiatan-kegiatan formal seperti dalam diskusi, seminar, kegiatan belajar yang secara jelas merupakan kegiatan yang rentan terhadap aspek penggunaan kebahasaan yang formal
  1. Akulturasi bahasa dalam perkembangannya tidak akan bertahan lama dan berjangka panjang karena sifatnya yang mengikuti keadaan zaman yang berkembang pada masa itu , jadi pengaruhnya tidak begitu banyak dan luas karena eksistensi bahasa Indonesia, kecuali hanya sebuah kreatifitas (seni tulisan saja).
Remaja cenderung menggunakan Akulturasi Bahasa dibandingkan bahasa Indonesia yang baku karena mudah digunakan untuk berkomunikasi dan tidak memerlukan pemikiran yang kritis. Selain itu , perkembangan globalisasi yang cukup pesat mempengaruhi adanya akulturasi bahasa di kalangan remaja, karena mereka menganggap bahwa bahasa yang baku tidak gaul dan tidak praktis jika digunakan.Bahasa mengambil peran yang sangat penting bagi kehidupan dan merupakan identitas suatu bangsa. Seperti di negara kita, Indonesia mempunyai banyak bahasa, yang semakin memperjelas identitas negara kita dengan negara lain, tetapi bahasa yang dapat menyatukan masyarakat Indonesia sendiri dan telah di akui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah bahasa Indonesia.





                                                                         BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dalam kehidupan remaja sekarang, penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar mulai mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena adanya akulturasi bahasa atau pencampuran bahasa Indonesia dengan bahasa lain, misalnya bahasa gaul, bahasa daerah dan bahasa asing. Munculnya akulturasi bahasa tersebut dapat merusak penggunaan bahasa Indonesia yang baku.

4.2 Saran
            Untuk menjaga pengguanaan bahasa Indonesia yang baik seharusnya seluruh masyarakat Indonesia khususnya para remaja dapat menyikapi akulturasi bahasa dengan bijaksana harus dapat mengarahkan perkembangan yang positif terhadap bahasa Indonesia. Seharusnya penerapan bahasa di media massa juga lebih menekankan pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga dapat dicontoh oleh generasi muda. Pendidikan mengenai penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar juga harus diajarkan sejak dini.  



 DAFTAR RUJUKAN
Buku :
Yanti, Prima Gusti, Fairul Zabadi dan Fauzi Rahman. 2016. Bahasa Indonesia Konsep Dasar dan Penerapan. Jakarta: Grasindo.
Murtani, Anjar, Fita Nur Arifah dan Lia Noviastuti. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Araska.
Tim Prima Pena. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gitamedia Press.
Internet :
Malinda, Giovani. 2016. Wujud Akulturasi dalam Bidang Bahasa. Diambil dari: http://gurupintar.com/threads/jelaskan-wujud-akulturasi-dalam-bidang-bahasa.1723/. (10 Mei 2017)
Urbanus, Doddy. 2009. Bahasa Gaul dan Solidaritas Kaum Muda. Diambil dari: http://www.bahasakita.com/bahasa-gaul-dan-solidaritas-kaum-muda/ (10 Mei 2017)








Semoga Bermanfaat :)









                                                                                                              











Komentar

Postingan Populer